Kategori > Bisnis Online | Blogging | Puisi | Adsense | Properti | Hiburan | Game | Gadgets | Bola | Kata Mutiara | Hukum Kriminal | Otomotif | LOKER | Trending Topic | Resep Masakan | TV Online | Internasional | Youtube | Tips Kecantikan | Ayo Sehat | Film | Tutorial Hijab | Musik | VIDEO | UNIK ANEH | Kumpulan Sajak Puisi


Siswa Bolos Sekolah? Lacak dengan Teknologi GPS

Ditulis oleh : PoztART Media | Pada Saturday, March 31, 2012 0 comments
Siswa Bolos Sekolah? Di Indonesia siswa bolos sekolah mungkin masih banyak kita lihat. Walaupun pihak sekolah sudah menerapkan peraturan yang ketat, namun di mall-mall atau kadang di pinggir jalan masih seringkali kita lihat anak-anak berseragam sekolah kita lihat. Bahkan ada beberapa sekolah memakai alat canggih seperti CCTV tetap saja belum maksimal untuk mengatasi permasalahan siswa yang keluar tanpa ijin pada jam sekolah.

Di sebuah intansi sekolah di negara Amerika tepatnya di Anaheim, California, Amerika Serikat permasalahan siswa membolos diatasi pihak sekolah dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih dibanding CCTV yaitu perangkat GPS (Global Positioning System). Perangkat tersebut terbukti sangat membantu para staf pengajar dalam melacak keberadaan siswanya, selain itu juga sangat membantu mendisiplinkan para siswa.


Dengan perangkat GPS ini sekolah juga bisa melakukan panggilan para siswa, membantu membangunkan siswa agar masuk sekolah tepat waktu, serta memastikan kalau siswa hadir di kelas.

Dengan memasukkan kode pada waktu tertentu jam sekolah termasuk saat istirahat karena pada jam-jam tersebut biasanya dimanfaatkan siswa untuk keluar sekolah tanpa ijin guru. Setelah memasukkan kode, perangkat GPS ini secara berkala akan mengirimkan sebuah email atau SMS kepada staf sekolah mengenai keberadaan lokasi siswa.

Sebelum Anaheim Union High School melakukan program ini, beberapa sekolah di Baltimore dan San Antonio sudah berhasil menerapkan program tersebut di sekolahnya. Pendisiplinan siswa sekolah memang menjadi salah satu masalah rumit yang dihadapi oleh pihak sekolah, dan program ini merupakan program yang didanai oleh pemerintah lokal.